“Aku bersyukur dilahirkan di Indonesia, dimana senyum masih menjadi karakter, budaya masih apik terjaga, dan optimisme masih menyulut semangat. Aku berharap, anak-anakku kelak harus lebih bangga dariku dalam memandang dan memperjuangkan Indonesianya. Jaya Selalu Negeriku Indonesia, Jayalah Selama-lamanya”

Signifikansi Pemikiran Politik Barat


Oleh: Haryo Prasodjo (haryoprasodjo@ymail.com)

Sebelum teman-teman lebih jauh lagi membaca,ada baiknya saya akan memberikan beberapa kata kunci yang akan menjadi bahasan saya pada tulisan ini, yang pertama adalah Apa itu pemikiran politik?, kedua, Pemikiran Politik Barat: nature and content, dan yang terakhir adalah Signifikansi dari  pemikiran politik Barat. Berawal dari peninggalan peradaban kuno seperti Romawi dan Yunai, Yahudi dan Kristiani, dan juga masa Islam. Zaman tersebut telah memberikan berbagai macam warisan ilmu yang terus berkembang hingga saat ini. Seperti ilmu filsafat, seni, matematika, astronomi, logika, hukum, kedokteran, politik, sosiologi, dll. Ilmu-ilmu tersebut tidak pernah mati, bahkan terus mengalami perkembangan. Hal tersebut tidak lepas dari kehidupan manusia yang semakin kompleks, kebutuhan akan ilmu itu sendiri terus mengalami peningkatan, yang pada akhirnya banyak ditemukan bentuk dan inovasi baru dari ilmu-ilmu tersebut. Seperti contoh dalam hal pemerintahan, maka kit aakan menemukan banyak sekali bentuk pemerintahan, ataupun dalam ilmu hukum, ada banyak sekali pandangan dan penerapan dari hukum itu sendiri. 

Dalam tulisan ini, saya akan membahas mengenai apa, bagaimana, dan seperti apa Politik Pemikiran Barat itu. Pemikiran politik dimulai saat adanya kesadaran untuk memperoleh alternatif pemikiran politik yang sesauai pada masanya. Pemikiran manusia terus tumbuh dari yang sebelumnya hanya memikirkan berbagai macam hal yan sederhana, hingga terus menuju pada pemikiran yang semakin rumit dan kompleks. Bermula dari hanya hidup bercocok tanam, kehdupan tersebut terus mengalami perubahan hingga pada kebutuhan untuk menuju pada pengorganisasian politik dalam bentuk pemerintahan, yang mengatur kehidupan manusia itu sendiri. Bahkan saat kita berbicara mengenai sistem pemerintahan itu sendiri, juga terus mengalami perkembangan, dari yang sebelumnya adalah bentuk kerajaan, hingga pada penemuan berbagai macam sistem politik yang terus berkembang hingga saat ini. Berbagai perkembangan tersebutlah, yang nantinya akan menjadi dasar dari semakin meratanya perbedaan dan perdebatan mengenai pemikiran politik dari masa Yunani dan berlanjut hingga saat ini.
5 Unsur Dalam Pemikiran Politik

Pada dasarnya, dalam pemikiran politik terdapat 5 hal dasar, Pertama, adalah adanya sebuah proses penjelasan yang terperinci mengenai ide, nilai, dan tawaran untuk mempengaruhi kebijakan. Kedua, Teori politik sejalan dengan struktur politik dan institusi sejalan dengan teori mengenai negara, pembagian power, kerangka kerjasama yang legal berbagai macam bentuk presentatif dam hubungan dengan ilmu sosial lainnya. Ketiga, Filsafat politik dalam hal norma selalu memberikan ruang pertanyaan mengenai besarnya kerangka kerjasama yang di dapatkannya. Keempat, Pemikiran politik merupakan komponen kunci dari disiplin ilmu politik dan memiliki saling keterkaitan pada konsep dasar, alat dan area disiplin. Kelima, Studi perbandingan merupakan bagian yang berbeda dari teori politik yang mengatur dan memperluas perbedaan masyarakat. 

Pada dasarnya, pemikiran politik merupakan sebuah gambaran mengenai ide politik dari pemikir filsafat politik. Yang mana, pemikiran tersebut memiliki hubungan dengan politik, negara, dan pemerintahan yang merupakan ekspresi dari pemikir. Pemikiran politik juga dapat berbentuk Sebuah deskripsi, analisa, ekspresi, dan evaluasi dari filsafat filosof yang menjadi tradisi politik, yang mana dapat terus diakumulasikan dan dilihat dari apa yang berganti dan apa yang terus berlanjut dalam hal proses politik. Pemikiran politik mencoba untuk mengidentifikasi nilai dan norma dan menjadikanya sebagai bagian dari trend politik. Hal yang terpenting dari pemikiran politik adalah, mempelajari tentang negara. 

Perbedaan antara Pemikiran Politik, Teori Politik, dan Filsafat Politik

Pemikiran politik dan filsafat politik dapat digunakan secara bergantian. Saat kita bicara pemikiran politik, maka secara tidak langsung kita juga akan bicara mengenai sejarah, namun sejarah disini bukanlah sejarah dalam bentuk narasi, melainkan beberapa kejadian penting yang menjadi pemicu hadirnya sebuah ide dari tokoh pemikir. Hal tersebut dikarenakan, para filusuf besar, tidak hanya mengambarkan menenai permasalahan pada waktu tersebut, namun juga merefleksikan berbagai macam pertanyaan dan pengalaman yang mereka rasakan, kedalam sebuah bentuk ide pemikiran. Maka dapat kita katagorikan pada uraian sebagai berikut: Pemikiran politik merupakan bagian dari filsafat politik dan filsafat politik merupakan bagian dari sejarah. Karena merupakan akar dari pemikiran, maka filsafat politik memiliki dimensi yang jauh lebih luas dari pemikiran politik dan merupakan bagian dari filsafat. Baik filsafat politik, maupun pemikiran politik, keduanya sama-sama menguatkan dan menjelaskan secara jelas tentang ide politik negara, dan meletakannya dalam seuah kerangka waktu. 

Filsafat politik mencakup pemikiran politik, selama semua pemikiran dari pemikiran politik tersebut merupakan bagian dari filsafat politik. Perebedaan filsafat politik dan filsafat terletak pada subjek, filsafat pada umumnya memiliki subjek yang sangat general, maka subjek dari filsafat politik adalah, politik itu sendiri, yaitu mengenai apa, mengapa, dan bagaimana cara mengatur kekuasaan. Filsafat politik mencoba untuk memahami kebenaran secara terbuka dan dibuktikan secara terbuka di saat para pemikir politik mencoba untuk menjelaskan mengenai arti dari politik itu sendiri dan hubungannya dengan ranah public. Jika pemikiran politik merupakan sebuah cerita sejarah, maka pemikiran politik merupakan sebuah sejarah yang mengambarkan tingkatan yang lebih luas dari sejarah itu sendiri. Meskipun dalam pemikiran politik dijelaskan melalui sejarah, namun dalamnya pendekatannya, pemikiran politik tetap  menggunakan sebuah pengamatan empiris, operasionalisasi, perbandingan, dan ilmiah.  

Hubungan Pemikiran Politik dan Ilmu Politik

Pemikiran politik merupakan sebuah himpunan filsafat dari berbagai filusuf politik, dimana masing-masing teori dan filsafat politik tersebut mengenai isu-isu politik pada masanya. Hal tersebut menjadi sebuah pemikiran di kemudian hari dan menjadi sebuah pemikiran politik dengan bergerak melalui fislafat politik. Pemikiran politik berorientasi dari sejarah, yang merupakan sejarah politik dari waktu tertentu, yang bersifat vertikal dan horizontal. Tidak hanya melihat pada aspek hubungan antara pemerintah dengan masyarakat, namun juga menganalisa mengenai hubungan antar masnyarakat itu sendiri dan bagaimana korelasi antara hubungan vertical dan horizontal tersebut, serta dampaknya secara politik pada suatu sistem pemerintahan. Hubungan sejarah dengan ilmu politik terjadi begitu saja dan menyampaiakan secara luas dalam membantu memahami fenomena politik yang ada pada saat itu, atau bahkan implikasinya hingga saat ini. Sejarah menonjolkan karakteristik dari pemikiran politik, dan keilmuannya adalah bagian dari ilmu politik.

Dasar dari pemikiran politik adalah filsafat politik saat dimana ilmu politik bersifat empiris. Pemikiran politik memuat nilai dan pengalaman, sedangkan ilmu politik bebas nilai. Pemikiran politik memahami saat ini melalui bantuan masa lalu dan setelahnya membentuk masa depan saat ini, sedangkan Ilmu politik menguaraikan dan mengutamakan saat ini, dan masa yang akan datang, secara garis besar memiliki banyak perbedaan namun saling membutuhkan/ melengkapi. Para pemikir politik tidak mengabaikan metode ilmiah dalam meletakkan filsafat politiknya. Teori politik selalu mengabungkan antara fakta dengan nilai dalam usahanya mempertimbangkan subjektifitas dari pemikir dan pemberlakuan waktu dari pemikir


Tidak ada komentar:

Posting Komentar