“Aku bersyukur dilahirkan di Indonesia, dimana senyum masih menjadi karakter, budaya masih apik terjaga, dan optimisme masih menyulut semangat. Aku berharap, anak-anakku kelak harus lebih bangga dariku dalam memandang dan memperjuangkan Indonesianya. Jaya Selalu Negeriku Indonesia, Jayalah Selama-lamanya”

Liberalisasi Sebagai Pendorong Lahirnya AIFTA



Oleh: Haryo Prasodjo (haryoprasodjo@ymail)
India sadar bahwa kebijakan sistem ekonomi tertutup sejak 1951 hingga 1990 hanya menahan pertumbuhan dan terus menghambat kemajuan India dari negara-negara lainnya. Liberalisasi melalui reformasi ekonomi yang dilakukan India menjadikan ekonomi India terintegrasi dengan ekonomi global dan termasuk ekonomi negara-negara regional ASEAN. Terintegrasinya eknomi India menjadi jalan tersendiri bagi terbukanya jalur perekonomian Asia Selatan melihat posisi India sebagai negara yang paling memiliki pengaruh dikawasan tersebut. Selain itu ada realisasi kebutuhan india untuk merubah model pertumbuhan inward looking yang telah dianutnya sejak awal kemerdekaan[1]. India berusaha menjalin kembali hubungan ekonomi dengan ASEAN karena India merasa bahwa ASEAN merupakan sebuah wilayah yang strategis bagi negara berkembang seperti India untuk dapat mengembangkan laju pertumbuhan ekonomi dan perdagangan strategisnya[2]. Untuk mempercepat laju integrasi ekonomi dengan Asia Timur, India harus dapat mengatasi hambatan yang berkenaan dengan kelembagaan guna meningkatkan iklim investasi yang ada di dalam negeri. Dimana India menargetkan hal tersebut melalui reformasi dan liberalisasi ekonominya. Perubahan semacam ini akan membuka pasar yang lebih luas untuk kompetisi. Yaitu dengan merubah prilaku ekonomi yang berbasiskan pemerintah menjadi sebuah sistem berbasiskan pasar.  Melalui jalur liberalisasi India berusaha untuk meningkatkan orientasi ekonominya keluar dan meningkatkan kerjasama dalam hubungan ekonomi dengan negara lain.


[1] Anand, Mohit. Dalam “India-ASEAN Relations Analaysing Regional Implications”. IPCS Special Reports May 2009, Hal: 3. Diakses melalui www.ipcs.org/pdf_file/issue/SR72-Final.pdf . Pada tanggal 19 Juli 2013.
[2] Marg, Tansen. Dalam “Executive Summary, federation of Indian chambers of commerce and industry federation house. New Delhi 2001”. Diakses melalui http://www.ficci.com/spdocument/20186/India-ASEAN-Report-Exec-Summry.pdf. Pada tanggal 24 Juli 2013.

1 komentar:

  1. Dubril Firm Loan menawarkan pinjaman aman dan tidak aman untuk individu, pembentukan pribadi dan umum tanpa agunan.
    tingkat bunga kami adalah pada tingkat yang terjangkau dari 2% dan kami proses pinjaman / pengadaan adalah yang terbaik yang pernah Anda dapat mendapatkan.
    Kami menawarkan setiap jumlah pinjaman dan untuk alasan yang masuk akal.
    Hubungi kami hari ini untuk pinjaman Anda melalui,
    Email: dubrilloanfirm@gmail.com
    Skype: dubrilloanfirm1

    BalasHapus